Hallo para pembaca setia Cuantastic,

Banyak member Cuantastic yang request ke saya untuk menulis tentang Unicorn Value Invest. Bukan kebetulan sebenarnya, Cuantastic lebih dikenal dengan artikel-artikel seputar trading, trading system, money management, dan trading journal. Namun, jauh sebelum Cuantastic mengenal Systematic Trading seperti Turtle trading system, saya sudah belajar banyak hal tentang analisa fundamental perusahaan, menghitung fair value/harga wajar saham dengan metode DCF (Discounted Cash Flow), maupun Instrinsic Value. Konsep value investing sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit, seperti membeli properti di bawah harga pasarannya; katakanlah di kawasan BSD City, dimana harga pasaran taruhlah 2M, namun karena satu dan lain hal, si pemilik rela melepas di harga 1M, bahkan kalau sedang BU, 500juta! Setelah membelinya pada harga under-value tersebut, maka tinggal hold dan tidur saja (jadilah istilah “The Sleeping Investor”), dan menjualnya saat harga properti tersebut sudah over-value. Maka tidak salah, jika seorang Turtle trader bisa mendapatkan floating profit katakanlah minimal +100% dari satu emiten, maka seorang Unicorn value investor, bisa mendapatkan potensi return minimal +500% s/d + 1000% (ten bangger) dari emiten2 yang dihold. Namun, pada praktiknya, kita sering kali terbentur pada bagaimana menemukan emiten-emiten calon ten bagger ini.

Sebagai seorang value investor, skill dasar yang diperlukan adalah:

  1. Membaca Laporan Keuangan
  2. Basic Analisa Fundamental, filenya saya share via link google drive ini 

Sebagai seorang value investor, maka tidak bisa dipisahkan 4 (empat) habitus ini yaitu:

                  3 Pilar Investor

  1. SCREENING
  2. HITUNG FAIR VALUE/HARGA WAJAR
  3. INPUT ke INVESTING JOURNAL
  4. INPUT ke AUTO ORDER

Berikut ini template screening sederhana, yang bisa digunakan (menggunakan screening tool via IPOT/Indopremier). Klik di sini untuk mendapatkan versi web-basednya.

Unicorn Stock Screener via IPOT (Indopremier)

Dan berikut contoh hasil screeningnya:

 Hasil Screening Saham UNICORN

Dari ke-31 saham hasil screening UNICORN ini, anda bisa memilih 10-15 saham incaran untuk dimasukkan ke watch list/keranjang belanja.

Step kedua adalah: Menghitung harga wajar/fair value saham. Metode yang saya tawarkan adalah: Fair-value dengan DCF (Discounted Cash Flow) dan Intrinsic value. Metode DCF ini menghitung aliran kas masuk yang akan diperoleh seumur hidup perusahaan (Warren Buffet). Metode ini adalah satu-satunya cara yang masuk akal untuk mengevaluasi keatraktifan dari suatu investasi dan bisnis. Kedua metode ini saya pelajari dari buku “Getting started in Value Investing” by Charles S. Mizrahi. Pada bukunya, Pak Mizrahi menjelaskan suatu cara sederhana yang efektif dalam melakukan penilaian harga wajar saham. Konsep dasar metode DCF ini pada dasarnya adalah menghitung EPS (Earning per Share) dari suatu emiten selama 5 tahun ke depan, berdasarkan proyeksi pertumbuhannya. Kemudian, menghitung harga saham dengan mempertimbangkan efek deviden yang diperoleh oleh pemegang saham. Setelah itu, kita akan memproyeksikan harga wajar di tahun ini, yang pantas dibayarkan untuk mendapatkan return yang layak. Terakhir, kita akan menentukan harga MOS (Margin of Safety). Last but not least, adalah membuat investing plan dengan range buy dari 2 metode (DCF dan Intrinsic Value).

Getting started in Value Investing by Charles S. Mizrahi

Case study: Misalnya kita akan menghitung harga wajar emiten PT. Ultrajaya Milk industry&Trading Co, Tbk. (ULTJ). Mengapa saya memilih emiten ULTJ ini? Karena ULTJ ini adalah market leader di bidang susu UHT, dengan potensi market  yang sangat besar. Dengan nilai CAGR (Compound Annual Growth Rate)/Rata-rata nilai pertumbuhan per tahun Laba bersih, Free Cash Flow, dan pertumbuhan harga saham > 30% (jauh di atas CAGR IHSG yang sekitar 20%), menjadikan ULTJ ini salah satu pilihan emiten yang layak untuk dimasukkan ke watch list. Dengan horizon investasi > 5 tahun, saham ULTJ ini layak untuk dikoleksi dengan target minimal selipet (100%).

Sebelum melangkah ke step-step perhitungan harga wajar ULTJ ini, kita perlu mempersiapkan data-data pendukung seputar ULTJ sebagai berikut:

PT. Ultrajaya Milk industry&Trading Co, Tbk. (ULTJ)

Langkah pertama adalah menentukan pertumbuhan (growth) EPS (Earning per Share) minimal selama 5 tahun yang lampau. Anda dapat menggunakan data Laporan Keuangan (LK) yang sudah disarikan oleh masing-masing sekuritas, misalnya saya ambil contoh LK ULTJ yang ada di aplikasi IPOT/Indopremier berikut:

 LK/Laporan Keuangan ULTJ from IPOT (Indopremier)

Dalam menentukan angka proyeksi pertumbuhan EPS selama 5 tahun ke depan, anda dapat mengikuti langkah berikut:

  • Jika EPS growth perusahaan 5 tahun ke belakang lebih besar dari 15% selama periode 10 tahun, maka gunakan nilai maximal 15% sebagai proyeksi.
  • Jika EPS growth perusahaan 5 tahun ke belakang lebih kecil dari 15% selama periode 10 tahun, maka gunakan nilai 10% sebagai proyeksi.

Anda dapat menghitung nilai CAGR ULTJ, melalui website ini. Terlihat bahwa pertumbuhan EPS rata-rata ULTJ adalah 13.34% per tahun. Note: Oleh karena tahun sebelumnya (LK periode 2014-2020), Cuantastic sudah menghitung EPS Growth selama 5 tahun yaitu sebesar 11%, maka kita tentukan proyeksi pertumbuhan EPS 5 tahun ke depan adalah 11% per tahun.

 Perhitungan nilai CAGR ULTJ selama periode 6 tahun terakhir

Langkah berikutnya: Untuk memproyeksikan nilai P/E (Price/Earning) pada akhir tahun ke-5, kita akan menggunakan pendekatan sederhana sebagai berikut:

  • Jika P/E perusahaan lebih dari 20, gunakan proyeksi P/E = 17
  • Jika P/E perusahaan kurang dari 20, gunakan proyeksi P/E = 12, atau ambil nilai terendah dari periode 6-7 tahun.

Saat ini berdasarkan data LK Q1 2021 dapat diperkirakan P/E ULTJ adalah 10x. Maka, kita tentukan proyeksi P/E 5 tahun ke depan adalah sebesar 10.

Setelah menentukan proyeksi pertumbuhan EPS dan P/E, kita dapat mulai proses menghitung valuasinya.

LANGKAH 1: Menghitung EPS 5 tahun ke depan berdasarkan proyeksi pertumbuhan 11%

Menentukan besar EPS 5 tahun ke depan berdasarkan proyeksi pertumbuhan EPS (11%). Mari kita perhatikan tabel perhitungan besar EPS 5 tahun ke depan di bawah ini:

 Proyeksi EPS ULTJ selama 5 tahun ke depan

Kita peroleh proyeksi EPS growth pada akhir tahun 2025 (5 tahun ke depan) adalah sebesar 234 rupiah.

LANGKAH 2: Mengalikan proyeksi P/E dengan proyeksi EPS pada tahun ke-5 (tahun 2025)

Karena proyeksi P/E yang kita gunakan adalah 10, maka dengan mengalikan EPS saham ULTJ pada akhir tahun ke-5 (akhir tahun 2025) dengan proyeksi P/E (10), saham ULTJ akan diperdagangkan pada harga = 234.22 x 10 = 2342 rupiah per lembar.

LANGKAH 3: Menghitung laba yang dibayarkan sebagai dividen

Berdasarkan laporan keuangan yang lalu, didapatkan bahwa porsi keuntungan yang diberikan ULTJ sebagai dividen adalah 13%. Angka ini disebut juga dengan dividen payout ratio. Dengan menjumlahkan EPS selama 5 tahun ke depan kita mendapatkan jumlah EPS adalah 961 rupiah per lembar saham (154 + 171 + 190 + 211 + 234 = 2,768). Dengan mengalikan jumlah EPS tersebut dengan dividen payout ratio sebesar 13%, kita memproyeksikan total dividen yang akan kita terima selama 5 tahun ke depan adalah sebesar 125 rupiah per lembar saham (961 x 13% = 125).

LANGKAH 4: Menghitung harga saham 5-tahun ke-depan (termasuk deviden)

Dengan menambahkan proyeksi harga saham 5 tahun ke depan dengan jumlah dividen yang kita terima dalam kurun waktu tersebut, kita mendapatkan harga saham total ULTJ 5 tahun ke depan adalah 2467 per lembar (2342 + 125 = 2467). Apakah perhitungan kita sudah selesai? Belum. Harga yang kita dapatkan tersebut adalah harga 5 tahun ke depan. Kita harus mengetahui berapa harga wajar yang pantas kita bayarkan saat ini untuk mendapatkan return yang bagus terhadap investasi kita.

LANGKAH 5: Menentukan berapa harga yang pantas dibayarkan untuk mendapatkan return yang layak (memproyeksikan balik/reverse modelling) harga saham ULTJ di tahun 2021 ini

Untuk menentukan required return per tahun, maka kita memerlukan 4 data sebagai berikut:

  • BI Rate, datanya dapat diperoleh di sini:= 3.5%
  • Risk Premium Country (Indonesia), datanya dapat diperoleh di sini = 1.84%
  • Yield Obligasi Indonesia dengan tenor 10 Tahun (10T), datanya dapat diperoleh di sini = 6.30%
  • Yield obligasi Korporat dengan rating AAA, datanya dapat diperoleh di sini = 8%.

Kita telah mengetahui bahwa saham ULTJ akan diperdagangkan di harga 2467 untuk 5 tahun ke depan. Berapakah harga yang patut kita bayarkan untuk selembar saham ULTJ saat ini untuk memperoleh return 8,14% (6.30% + 1.84%) per tahun?

Untuk menentukan harga yang pantas, maka kita harus membagi harga pada akhir tahun ke-5 tersebut (2467) dengan 1.0814 tiap tahunnya selama 5 tahun.

  Perhitungan Harga Wajar Saham ULTJ

Terlihat bahwa harga yang pantas kita bayarkan untuk selembar saham ULTJ adalah 1668. Saat ini saham ULTJ diperdagangkan di harga 1525 per lembar. Meskipun sudah slightly under-value, namun Cuantastic masih menawar sedikit ke harga 1500 untuk mulai membelinya ?

LANGKAH 6: Menentukan berapa harga MOS (Margin of Safety) saham ULTJ di tahun 2021 ini

MOS = ((Harga sekarang – Harga wajar)/harga wajar) * 100% = (1525-1688)/1668*100% = -10% (Under-Value). Meskipun sudah slightly under-value, namun Cuantastic masih menawar sedikit ke harga 1500 untuk mulai membelinya ?

LANGKAH 7: Menentukan harga wajar dengan metode Intrinsic Value Benjamin Graham (Margin of Safety 50%)

Rumus untuk menghitung harga wajr dengan metode intrinsic value Benjamin Graham dapat dijabarkan sebagai berikut:

Rumus menghitung harga wajar dengan metode Intrinsic Value Benjamin Graham

Nilai Intrinsik (adjusted) = (EPS∗(7+1G)∗BI Rate)/Y

Untuk menentukan harga wajar dengan metode Intrinsic Value Benjamin Graham, maka kita memerlukan 4 data sebagai berikut:

  • EPS (Earning per share) = Laba bersih per lembar saham
  • BI Rate, datanya dapat diperoleh di sini:= 3.5%
  • Yield Obligasi Indonesia dengan tenor 10 Tahun (10T), datanya dapat diperoleh di sini = 6.30%
  • Yield obligasi Korporat dengan rating AAA, datanya dapat diperoleh di sini = 8%.

Hitungan MOS 50% Benjamin Graham = (EPS∗(7+1G)∗(BI Rate/Y)) = (139 x (7 + 11) x 6.3 ) / 8) * 0.5 = 985

LANGKAH 8: Membuat Investing Plan dengan range harga buy dari 2 metode di atas (DCF dan Intrinsic Value)

Misal: Modal awal = 150jt. Jumlah emiten yang diincar ada 15 emiten. Maka 1 emiten akan mendapat porsi 10jt. Jika Cuantastic memutuskan batas atas buy adalah di harga 1500, dan batas bawah buy di harga 985, maka berikut adalah investing plannya:

ULTJ Investing plan

Demikian aplikasi metode DCF (Discounted Cash Flow) dan Instrinsic Value dalam menilai valuasi/harga wajar dari emiten yang kita incar. Semoga bermanfaat!

Salam CUANTASTIC!

Disclaimer is on