[TRADING SAHAM] JURNAL TRADING/INVESTING DAN CARA MENGHITUNG KINERJA NAV YTD (Part-2)

Hello Traders,

Setelah lancar menerapkan MONEY MANAGEMENT dalam setiap transaksi saham anda, seperti yang telah dijalaskan pada artikel sebelumnya, klik disini. Langkah berikutnya adalah mendokumentasikan/mencatat semua transaksi harian/mingguan/bulanan saham anda pada sebuah JURNAL TRADING/INVESTING.

Pertanyaan yang sering saya tanyakan dan dengar seputar JURNAL TRADING/INVESTASI :

  1. Mengapa seorang trader/investor perlu mencatat setiap transaksi harian/minggu bulanan saham pada JURNAL TRADING/INVESTING ?
  2. Bagaimana cara mencatat setiap transaksi harian/mingguan/bulanan saham anda pada sebuah JURNAL TRADING/INVESTING ?
  3. Bagaimana cara menghitung kinerja TRADING/INVESTING saya selama kurun waktu tertentu, maupun kinerja dari awal tahun sampai sekarang/YTD (Year to Date)?

Dan, berdasarkan pengalaman berkecimpung selama 5 tahun terakhir di bursa saham Indonesia, paling tidak inilah jawaban yang akan saya berikan :

  1. Sebuah BISNIS yang SEHAT harus didukung dengan LAPORAN KEUANGAN yang SEHAT & TRANSPARAN pula. Nah, jika Anda memperlakukan kegiatan trading/investing ini sebagai BISNIS, maka anda berkewajiban untuk membuat LAPORAN KEUANGAN dalam hal ini JURNAL TRADING/INVESTING dari setiap kegiatan beli dan atau jual saham anda.
  2. Nah, pada artikel kali ini secara khusus akan saya bahas tentang cara mencatat setiap transaksi harian/mingguan/bulanan atas saham yang dibeli/dijual dalam sebuah bentuk JURNAL TRADING/INVESTING.
  3. Thus, trader/investor yang memiliki catatan JURNAL TRADING/INVESTING yang BAIK, akan dengan mudah mengetahui kinerja/performa TRADING/INVESTING yang dilakukannya, serta dapat membandingkan dengan kinerja benchmark (misal : IHSG atau ISII), atau bahkan dengan rekan-rekan sesama trader/investor, bahkan mentor berbayar sekalipun.
  4. So, don’t worry jika ada orang awam bertanya pada Anda, “Boz, dagang/invest saham gituan, bisa CUAN berapa sih sebulan/setahun?”. Tunjukkan saja padanya, “Nih kinerja trading/investasi saham gue, bisa CUAN (misal) 50% dalam setahun. Ini laporan keuangan trading/investing gue, kalo pengen dicek.

Nah, berikutnya, langsung saja kita praktekkan cara membuat JURNAL TRADING/INVESTING yang BAIK dan BENAR ya guys…

Bagi Anda yang sudah familiar dengan kegiatan jual beli saham, pada menu platform online trading anda, silakan dicek pada bagian PORTFOLIO. Kita akan mulai membuat JURNAL TRADING/INVESTING dari sana. Are you ready ?!

Case Study : Berikut adalah portfolio seorang investor saham, dengan modal awal 10 juta. Anggap saja, portfolio ini dicek pada tanggal 08-Juni-2018, sebelum bursa libur panjang.

Contoh Portfolio Investor Saham per tgl 08-Juni-2018

Secara praktis, saya akan membagi pencatatan JURNAL TRADING/INVESTING ke dalam 4 (empat) bagian, sebagai berikut :

A. MONEY MANAGEMENT/RISK MANAGEMENT

Bagian pertama ini memuat resiko kehilangan modal yang dapat ditanggung seorang trader/investor dalam durasi 1 (satu) bulan, serta sisa modal yang dimiliki, jika semua posisi yang dimilikinya berakhir dengan JUAL RUGI/LOSE.

Pada artikel sebelumnya, tentang MONEY MANAGEMENT, telah dibahas tentang Ikhlas Rugi dalam Sebulan (RPM/Risk Per Month), serta Ikhlas Rugi dalam Sekali Transaksi (RPT/Risk Per Trade) klik disini. Nah, sekarang kita akan praktekkan bersama, misal dengan modal 10jt, nilai RPM = 10% x modal, dan nilai RPT = 0.25% x modal, maka tabel Money Management nya adalah sebagai berikut :

Gambar 2. Perhitungan RPM, RPT, serta Case Buy INDR

Selanjutnya bisa dipraktekkan MONEY MANAGEMENT dengan membuat excel file sederhana seperti contoh di atas.

B. PORTFOLIO SAHAM (TRANSAKSI SAHAM YANG MASIH DIPEGANG/ON HAND)

Pada bagian kedua ini, Anda tinggal menyalin apa yang ada di menu PORTFOLIO Onlie Trading anda. Data yang diperlukan berupa : Kode Saham/Emiten, Jumlah LOT yang dibeli, Harga Average, Harga Stop Lose/Trailing Stop, Harga Terakhir (Last Price), Harga Jika SL/TS tersentuh, Harga jika saham dijual pada Last Price, serta RPT yang dipakai.

Informasi-informasi di bagian kedua ini, dapat Anda buat dalam sebuah file excel sederhana, seperti di bawah ini :

Gambar 3. Jurnal Trading/Investing Bagian I dan II

Bagian A memuat semua hal yang anda perlukan seputar MONEY MANAGEMENT, yaitu : Modal Awal (A1), Ikhlas Rugi dalam sebulan/RPM (A2), Sisa Modal jika Lose sesuai toleransi (A3), Jumlah Rupiah Ikhlas Rugi dalam sebulan (A4), Estimasi jumlah Lose jika semua emiten kena Stop Lose/Trailing Stop (A5), Posisi Equity (Modal) dengan estimasi jika semua emiten kena Cut Lose (A6), Posisi Equity (Modal) dengan Last Price (A7), Realisasi Modal Akhir (A8).

Sedangkan Bagian B memuat semua hal yang berhubungan seputar data emiten yang ada di PORTFOLIO (B1-B4), Jumlah Rupiah jika semua emiten terkena SL/TS (B5), Jumlah Rupiah jika semua emiten dijual pada LAST PRICE (B6).

C. TRANSAKSI SAHAM YANG SUDAH TERJUAL, termasuk didalamnya DEVIDEN dan atau PENALTI/BUNGA MARGIN (jika ada)

Bagian C ini memuat semua hal yang berhubungan seputar data emiten yang terjual, maupun pemasukan berupa DEVIDEN, dan atau pengeluaran berupa PENALTI/BUNGA MARGIN (jika ada).

Misal pada tanggal 21-Juni-2018, saham PRAS terjual pada harga Stop Lose 190, sehingga mengakibatkan Lose/Rugi sebesar – 318,612 Rupiah. Maka informasi tersebut, harus dicatat dalam bagian C. Lalu, misal pada hari yang sama, Anda memperoleh DEVIDEN dari saham INDR sebesar 100,000 Rupiah, maka informasi ini juga harus dimasukkan pada bagian C (kolom DEVIDEN). Next, misal pada hari yang sama, Anda harus membayar Penalti/Biaya Bursa sebesar -33,000 Rupiah, maka informasi ini juga harus dimasukkan pada bagian C (kolom PENALTI/BUNGA MARGIN).

Setelah semua informasi saham yang terjual di bagian ketiga ini, Anda dapat membuat sebuah file excel sederhana, seperti di bawah ini :

Gambar 4. Saham yang Terjual, Penerimaan Deviden, Pengeluaran Penalti/Bunga Margin di Bagian III

D. PERHITUNGAN KINERJA TRADING/INVESTING SECARA BULANAN dan atau TAHUNAN (YTD/YEAR to DATE)

Banyak trader/investor yang bertanya-tanya, “Bagaimana cara menghitung kinerja trading/investing secara bulanan maupun dari awal tahun s/d sekarang (YTD/Year to Date)?”

Berikut ini cara yang digunakan oleh para Fund Manager Reksadana dalam menghitung kinerja investasi mereka, yaitu menggunakan satuan yang berupa NAV (Net Asset Value) atau NAB (Nilai Aktiva Bersih). Berikut adalah langkah-langkah menghitung kinerja trading dengan metode NAV/NAB :

  1. Hitung Jumlah Unit Penyertaaan (UP) = Modal(Equity):IHSG akhir tahun, misal tgl 29-Des-2017 (misal modal 10jt : 6356 = 1573.31)
  2. My NAV Awal=IHSG akhir tahun (yaitu : 6356).
  3. My NAV YTD(%) = {(Modal:UP):My NAV Awal*100}. Misal posisi tgl 08-Juni, equity jd 24,992,404 Rupiah, maka hitungannya menjadi : {(24,992,404 : 1573.31):6356*100} = +149.92%
  4. Untuk perhitungan NAV bulanan, Anda dapat menggunakan benchmark pada posisi NAV akhir bulan sebelumnya. Misal untuk kinerja NAV bulan Juni 2018, maka menggunakan benchmark NAV tanggal 31-Mei 2018.
  5. Sehingga perhitungan My NAV 08-Juni 2018 (%) = {(My NAV tgl 08 Juni dikurangi My NAV tgl 31-May) dibagi My NAV tgl 31-may dikali 100} = (15,885.17 – 15,826.44) / 15,826.44 *100% = +0.37%

So, yang Anda butuhkan adalah data IHSG tgl 29-Des 2017 yaitu 6356, kemudian menghitung nilai Unit Penyertaan Anda (dengan Rumus = Modal dibagi Nilai IHSG 29-Des 2017), setelah itu Anda dapat mulai menghitung kinerja trading/investing baik secara bulanan maupun YTD/Year to Date. Anda dapat membuat sebuah file excel sederhana, seperti di bawah ini :

Gambar 5. Cara Menghitung Kinerja Trading/Investing secara Bulanan maupun YTD (Year to Date)

Ada Pertanyaan : Misal di tengah jalan saya melakukan TOP UP/WITHDRAW dana pada modal, apa yang harus saya lakukan? Simple saja. Anda tinggal menambah/mengurangi jumlah UP (Unit Penyertaan). Rumus perhitungan UP = AUM (Equity dengan Last Price) dibagi dengan NAV terakhir. Kuncinya, jumlah My NAV sebelum dan sesudah melakukan Top Up/Withdraw adalah HARUS SAMA jumlahnya. Misal, di contoh kasus di gambar 6 di bawah, saya melakukan TOP UP sebesar 1 juta, pada tanggal 21 Juni 2018, maka jumlah UP yang baru adalah = (25,011,544+1,000,000) : 15,897.34 =  1,636.22

Gambar 6. Cara Menghitung Kinerja Trading jika di tengah jalan melakukan TOP UP/WITHDRAW dana

Saya cukup maklum, bahwa pada awalnya seorang trader/investor cukup malas untuk mengisi jurnal trading/investing ini, meski sudah ada template/master excel filenya sekalipun. Namun, jika sudah menjadi habit, maka mengisi dan mengupdate jurnal trading/investing ini akan terasa sangat mudah, tidak sampai 15 menit. Di samping itu manfaat yang penulis rasakan setelah menerapkan pencatatan teratur terhadap semua transaksi beli dan jual saham adalah :

  1. Bisa mengawasi/monitor kinerja trading/investing,
  2. Bisa membandingkan kinerja trading/investing terhadap benchmark,
  3. Tidak menebak-nebak lagi, dalam artian jika profit maka jelas profitnya berapa, namun jika lose juga jelas lose nya berapa, dan modal yang tersisa masih berapa,
  4. Bisa melakukan evaluasi terhadap transaksi-transaksi yang kurang berkualitas (misal GATAL TANGAN tanpa TRADING PLAN yang JELAS),
  5. Semakin menghargai MODAL/EQUITY, karena bagaimanapun juga tujuan trading/investing adalah untuk MELINDUNGI MODAL/EQUITY, dan MERAIH PERTUMBUHAN MODAL/EQUITY secara KONSISTEN dari waktu ke waktu.

Demikian aplikasi JURNAL TRADING/INVESTING, serta Cara Perhitungan Kinerja Trading/Investing baik secara Bulanan maupun YTD (Year to Date) dalam kegiatan trading/investing sehari-hari.

Jika Mindset Anda sudah tertanam bahwa TRADING/INVESTASI adalah sebuah BISNIS, maka rasa malas sekalipun TIDAK akan membuat Anda lupa untuk mengisi Jurnal Trading/Investing ini, karena disiplin dan setia dalam hal-hal yang kecil seperti Jurnal Trading/Investing ini, akan membuat Anda semakin menghargai Modal dan Waktu yang Anda miliki!

Salam CUANtastic!

9 thoughts on “[TRADING SAHAM] JURNAL TRADING/INVESTING DAN CARA MENGHITUNG KINERJA NAV YTD (Part-2)”

  1. Pak, kalau boleh request, mungkin bisa dibahas mengenai money management untuk margin account. Apakah ada bedanya dengan money management untuk regular account, bagaimana membagi modal antara margin dan regular account, menjaga rasio di bawah 65%, menyikapi margin call, menghindari force sell, mempertimbangkan bunga, dll.?

    Terima kasih sebelumnya, dan salam kenal.

    1. Hai Arief, salam kenal.
      Pada prinsipnya Money Management untuk akun reguler maupun margin, sama saja, tidak ada bedanya.
      Sila cek lagi artikel saya tentang Money Management :
      https://tradercuantastic.com/2018/06/08/trading-saham-money-management-part-1/
      Kalau anda pakai akun margin, dan tidak mau kena margin call, ya berarti sebelum ragio margin mencapai 65%, anda harus buang barang.
      Bagaimana cara memilih untuk buang barangnya? Kalau saya pribadi, akan pilih yg posisi floating lose nya paling besar.
      Namun, kalau anda tidak mau buang barang, sehingga margin rasio melebihi 65%, ya siap2 kena forced sell.
      Silakan dipertimbangkan, mana yang paling nyaman untuk style trading anda.
      Terima kasih.

  2. Bro Arif, kalo di pertangahan jalan ada top-up atau withdraw equity, penghitungan NAV nya gimana?

    Trims.

    1. Simple saja, jika ada withdraw/top up di tengah jalan, maka akan menambah/mengurangi jumlah UP (Unit Penyertaan).
      Rumus perhitungan UP = AUM (Equity dengan Last Price) dibagi dengan NAV terakhir. Kuncinya, jumlah My NAV sebelum dan sesudah melakukan Top Up/Withdraw adalah HARUS SAMA jumlahnya.
      Sila cek artikel yg lagi : https://tradercuantastic.com/2018/06/16/trading-saham-jurnal-trading-investing-dan-cara-menghitung-kinerja-nav-ytd-part-2/
      sudah sy beri contoh TOP UP dana di tengah jalan.
      Semoga cukup jelas. Thanks.

  3. Bro Brutuz, mengenai RPM, Stop Trading Buy dalam rangka kena RPM, ini jika maksimal ikhlas ruginya kena berdasarkan realized sell atau berdasarkan floating loss?

    Trims.

    1. Stop Trading Buy, jika maksimal ikhlas rugi kena berdasarkan keduanya floating lose (barang yang masih dipegang) dan realized sell (barang yang sudah terjual). So, yg dijadikan patokan adalah jumlah NAV nya.
      Contoh di artikel saya (bagian D, gambar no.5): https://tradercuantastic.com/2018/06/16/trading-saham-jurnal-trading-investing-dan-cara-menghitung-kinerja-nav-ytd-part-2/
      NAV awal bulan 15,800
      NAV tertinggi di tengah2 bulan 15,900
      TS RPM = NAV tertinggi – 10%* NAV tertinggi = 15,900 – 1590 = 14,310.
      So, sy akan STOP Trading Buy, jika jumlah NAV saya menyentuh 14,310.
      Semoga dapat dipahami. Thanks.

  4. Kang Mas Brutuz, saya sangat tertarik dengan JURNAL TRADING/INVESTING DAN CARA MENGHITUNG KINERJA NAV YTD yang Kang Mas buat….bisa nggk saya diberikan filenya soalnya saya nggk ngerti cara membuatnya

    Klo boleh kirimkan filenya ke e-mailnya saya ya kang

    terimaksih sebelumnya

Leave a Reply