[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity NOV 2018 : +37.77% vs IHSG -4.72%

Hello Traders,

Bulan November 2018 ini, market dibuka turun di awal bulan, kemudian naik di tengah bulan, dan ditutup dengan kenaikan di akhir bulan. Market bergerak dalam range cukup lebar. Sentimen window dressing akhir tahun, membuat market terangkat cukup banyak +3.84% yang didominasi oleh saham-saham bluechip  Bulan November ini kinerja penulis akhirnya bisa kembali out performed terhadap kinerja IHSG.  Penulis mengubah strategi dari very defensif sepanjang bulan Juli-September menjadi normal di bulan November ini, dengan mengembalikan RPT (ikhlas rugi dalam satu kali entry buy) menjadi 0.5% dari equity (modal) dan menerapkan Take Profit dengan Risk:Reward = 1:3 (TP RR 300%), serta tidak mengambil barang-barang yang ada dalam tabel incaran TC (Trading Class), atau biasa disebut “Buy_Non_Tabel Incaran” akhirnya mampu menyelamatkan dan cukup untuk mendongkrak kinerja bulanan penulis finish sedikit lebih tinggi dibanding kinerja IHSGPenulis juga menyempatkan waktu untuk screening mandiri, sehingga portfolio penulis cukup berbeda dengan portfolio alumni TC (Trading Class), yang mengikuti Tabel Incaran Trading System Tapak Naga, Highlander, maupun BOW MT (Market Timing). Kinerja penulis di akhir bulan November ini ditutup sebesar +3.87dibanding kinerja Market (IHSG) yang +3.84%.

Ibarat coach/pelatih sepak bola, bulan November ini sebagai seorang coach saya menginstruksikan para pemain team saya untuk bermain dengan strategi normal attack&defensive, dengan memainkan pola 4-4-2 , dengan tetap memperkuat barisan pertahanan, dan tidak menyisakan sedikitpun ruang bagi team lawan untuk mencetak gol ke gawang team kami, dan saat lawan lengah segera mencetak goal secepat mungkin melalui serangan balik yang mematikan. Hehehe…

Banyak rekan2 trader yang kinerja trading 2018, secara overal YTD, sudah merugi. Kinerja market bulan November yang didominasi kenaikan saham-saham bluechip, tidak serta merta membuat kinerja Trader yang menerapkan system Trend Follower dapat mengikuti kinerja market, bila tidak ikut mengambil saham-saham bluechip. Bahkan, para fund manager professional pun banyak yang kinerjanya sudah turun lumayan. Itu pun masih dianggap wajar, karena marketnya, turun. Namun sebagian besar kinerja rekan2 trader alumni TC (Trading Class), kinerja YTD nya masih banyak yang profit (positive).
Dengan penulis setia pada sistem trading Trend follower dan menurunkan RPTdan disiplin menjaga RPM, maka kinerja trading penulis secara overall YTD masih jauhhh lebih baik dibanding dengan kinerja YTD IHSG (Market). 

Berikut portfolio dan kinerja ekuitas penulis per 30-Nov-2018:

My Stock Portfolio and Equity Performance Table Bulan November 2018

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi) atau website/mentor berbayar?”

Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk Top 20 Reksadana saham dengan kinerja terbaik dan Top 3 Manajer Investasi (MI) Terbaik selama bulan Oktober 2018:

Performa Top 20 Manajer Investasi (MI) Reksadana Saham (RDS) bulan November 2018

 

Performance Top 3 Manajer Investasi Terbaik di bulan November 2018

 

Kinerja My Equity YTD vs IHSG s/d bulan November 2018

 

Kinerja My Equity Monthly vs IHSG bulan November 2018

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 30-November-2018 (+37.77%) sudah dapat mengungguli kinerja 20 besar Fund Manager Reksadana Saham terbaik. Kinerja penulis berada di atas Fund Manager yang menduduki peringkat pertama yaitu  Simas Syariah Unggulan  (+30.24%).

Kemudian untuk perbandingan kinerja penulis dengan website/mentor berbayar misal Galeri Saham (GS PRO) yang biasanya memungut fee langganan bulanan/tahunan untuk membernya, penulis kembali berhasil mengalahkan kinerja GS PRO, yaitu penulis (+37.77%) vs GS PRO (+xx.yy%).  Sayang sekali, penulis belum berhasil mendapatkan kinerja GS-PRO bulan November 2018 ini, karena memang pelaporannya sering terlambat.

Apa saja saham yang berkontribusi positif maupun negatif bagi portfolio penulis?

Portfolio Penulis per tanggal 30-Nov 2018 (Top Gainers dan Top Losers)

Tabel di atas menunjukkan prosentase floating profit maupun lose dari emiten-emiten yang penulis miliki sampai tanggal 30-November-2018. Dengan sistem trading Trend Follower, emiten-emiten yang berada dalam “trend terkuat” selalu berhasil penulis miliki. Ditambah dengan money management yang baik, membuat posisi yang penulis miliki di suatu emiten tidak sampai “nyangkut dalam”, melainkan resiko sudah dikalkulasi terlebih dahulu sebelum entry buy, sehingga kalaupun terpaksa “nyangkut”, maka posisi penulis adalah “nyangkut yang terukur”, wkwkwk….. Dan sudah terbukti, hanya sistem trading Trend Follower sajalah yang mampu secara konsisten mampu mengalahkan kinerja Mr.Market (IHSG) dan fund manager reksadana maupun mentor berbayar lainnya.

Berikut kinerja rekan2 sesama trader dari padepokan TC (Trading Class) :

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League bulan November 2018

 

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League Year To Date (YTD) s/d bulan November 2018

Bulan November ini, penulis come back dan finish di posisi 17 klasemen bulanan. Sedangkan untuk klasemen Year To Date, penulis masih bertahan di “Premier League” dan menduduki peringkat ke-6 dari 110 orang yang kumpul raport. Puji Tuhan ????

Persaingan di Top 10 rangking TC League makin keras saja. Terbukti ada member TC yang kinerja dalam sebulan masih bisa perform +16.6% di tengah kondisi market yang terkena drawdown, dan kinerja YTD masih konsisten di atas +240% hanya dalam 11 bulan! Luarrr biasa 🙂

Ada 3 (tiga) pelajaran berharga yang penulis dapatkan dari pengalaman drawdown cukup dalam di bulan Maret, yang telah diperbaiki di bulan Mei-Aug ini :

  1. Strategi Risk Per Month (Ikhlas Rugi dalam sebulan) telah diupdate dengan Trailing Stop (TS RPM), yaitu perhitungannya dari NAV tertinggi, bukan dari modal awal.
  2. Disiplin menjalankan strategi RPM ini. Artinya jika posisi NAV sudah kena limit batas bawah yang diijinkan (misal 10%*NAV tertinggi), maka artinya sudah harus STOP BUY untuk bulan tersebut.
  3. Strategi Risk Per Trade (Ikhlas Rugi dalam setiap transaksi) saat IHSG mulai drawdown (akhir Juni 2018) yang penulis turunkan ke 0.2-0.4%*equity untuk setiap kali akan entry buy, cukup berhasil meredam penurunan/drawdown equity penulis. Bulan November penulis kembali terapkan RPT 0.5% x equity.

Ada 7 (tujuh) kunci penting dalam hal trading di TC :

  1. Disiplin menggunakan Money Management (pakai RPT/Risk per Trade atau Bagi Porsi)
  2. Risk Per Month (RPM) yang sanggup diterima
  3. Average Up atau Tidak Average Up
  4. Rajin input Trading Jurnal
  5. Jenis Trailing Stop yang dipilih
  6. Jenis Account (Margin, Reguler, Syariah)
  7. Sistem Trading yang dijalankan

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena sudah terbukti, dengan (KEMBALI) disiplin dan (KEMBALI) taat pada sistem saja, kinerja penulis bisa sedikit lebih unggul dibanding Mr.Market (IHSG), namun kinerja YTD masih tetap kinclong sehingga penulis kembali masuk ke Premier League dan finish di posisi 6 klasemen YTD 😀

Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, yang sudah “naik kelas” menjadi seorang “full time trader”, yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick. 

Okey, sampai ketemu awal Januari 2019, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan Desember ini.

Salam CUANtastic!

Leave a Reply