[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity APR 2018 : +21.05% vs IHSG -5.68%

Hello Traders,

Bulan April 2018 ini kinerja penulis out performed terhadap kinerja IHSG.  Setelah kasus BOW & kalkulasi nilai RPM (ikhlas rugi dalam sebulan) pada bulan Maret 2018 lalu, lihat disini, yang mengakibatkan kinerja penulis anjlok sampai -19.2% dalam sebulan. Bulan April 2018, penulis fokus pada system trading Trend Follower saja, serta mengurangi RPT (ikhlas rugi dalam satu kali entry buy) yaitu hanya 0.25% dari equity (modal), yang cukup sukses menyelamatkan equity penulis dari drawdown yang terjadi di pertengahan-akhir bulan April 2018 ini. Terbukti sampai minggu terakhir di bulan April 2018, saat IHSG mulai terkena drawdown yaitu 25-April 2018 kinerja penulis mampu survive sebesar +7.24% dibanding IHSG yang sudah mines -1.75%. Penulis menutup kinerja trading bulan April ini “out performed” yaitu sebesar +10.23% dibanding dengan kinerja bulanan IHSG -5.68% . Ternyata ada hikmah dibalik kejadian BOW&Kalkulasi RPM di bulan Maret lalu, yang bisa penulis perbaiki di bulan April ini. 

Dengan penulis setia pada sistem trading Trend follower dan TIDAK mengeksekusi BOW (Buy on Weakness), serta mengurangi RPT, dan disiplin menjaga RPM, maka penulis selamat dari drawdown yang dialami sebagian besar trader di bulan April ini. 

Berikut portfolio dan kinerja ekuitas penulis per 30-April-2018 :

Perbandingan Kinerja Penulis Vs IHSG bulan April 2018

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi) atau website/mentor berbayar?”

Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk Top 20 Reksadana saham dengan kinerja terbaik dan Top 3 Manajer Investasi (MI) Terbaik selama bulan April 2018:

Performa Top 20 Manajer Investasi (MI) Reksadana Saham (RDS) bulan April 2018
Performance Top 3 Manajer Investasi Terbaik di bulan April 2018
Kinerja My Equity YTD vs IHSG s/d bulan April 2018
Kinerja My Equity Monthly vs IHSG bulan April 2018

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 30-April-2018 (+21.05%) sudah masuk 3 besar dalam rangking kinerja 20 besar Fund Manager Reksadana Saham terbaik. Fund Manager yang menduduki peringkat pertama adalah  Simas Syariah Unggulan  (+28.43%).

Kemudian untuk perbandingan kinerja penulis dengan website/mentor berbayar misal Galeri Saham (GS PRO) yang biasanya memungut fee langganan bulanan/tahunan untuk membernya, penulis kembali berhasil mengalahkan kinerja GS PRO, yaitu penulis (+21.05%) vs GS PRO (+20.80%).  Berikut link data kinerja GS PRO bulan April 2018. Klik disini.

Apa saja saham yang berkontribusi positif maupun negatif bagi portfolio penulis?

Portfolio Penulis per tanggal 30-April-2018 (Top Gainers dan Top Losers)

Tabel di atas menunjukkan prosentase floating profit maupun lose dari emiten-emiten yang penulis miliki sampai tanggal 30-April-2018. Dengan sistem trading Trend Follower, emiten-emiten yang berada dalam “trend terkuat” selalu berhasil penulis miliki. Ditambah dengan money management yang baik, membuat posisi yang penulis miliki di suatu emiten tidak sampai “nyangkut dalam”, melainkan resiko sudah dikalkulasi terlebih dahulu sebelum entry buy, sehingga kalaupun terpaksa “nyangkut”, maka posisi penulis adalah “nyangkut yang terukur”, wkwkwk….. Dan sudah terbukti, hanya sistem trading Trend Follower sajalah yang mampu secara konsisten mampu mengalahkan kinerja Mr.Market (IHSG) dan fund manager reksadana maupun mentor berbayar lainnya.

Berikut kinerja rekan2 sesama trader dari padepokan TC (Trading Class) :

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League bulan April 2018
Klasemen/Raport Trading Class (TC) League Year To Date (YTD) s/d bulan April 2018

Setelah terhempas ke posisi 87 Monthly dari 91 orang yang kumpul raport bulan Maret 2018, penulis come back dan berhasil finish di posisi 9 klasemen bulan April 2018. Sedangkan untuk klasemen Year To Date, penulis kembali masuk ke “Premier League” dan menduduki peringkat ke-9 dari 89 orang yang kumpul raport. Puji Tuhan ????

Ada 3 (tiga) pelajaran berharga yang penulis dapatkan dari pengalaman drawdown cukup dalam di bulan Maret, yang telah diperbaiki di bulan April ini :

  1. Strategi Risk Per Month (Ikhlas Rugi dalam sebulan) telah diupdate dengan Trailing Stop (TS RPM), yaitu perhitungannya dari NAV tertinggi, bukan dari modal awal.
  2. Disiplin menjalankan strategi RPM ini. Artinya jika posisi NAV sudah kena limit batas bawah yang diijinkan (misal 10%*NAV tertinggi), maka artinya sudah harus STOP BUY untuk bulan tersebut.
  3. Strategi Risk Per Trade (Ikhlas Rugi dalam setiap transaksi) saat IHSG mulai drawdown (pertengahan-akhir April 2018) dikecilkan menjadi 0.25%*equity untuk setiap kali akan entry buy.

Ada 7 (tujuh) kunci penting dalam hal trading di TC :

  1. Disiplin menggunakan Money Management (pakai RPT/Risk per Trade atau Bagi Porsi)
  2. Risk Per Month (RPM) yang sanggup diterima
  3. Average Up atau Tidak Average Up
  4. Rajin input Trading Jurnal
  5. Jenis Trailing Stop yang dipilih
  6. Jenis Account (Margin, Reguler, Syariah)
  7. Sistem Trading yang dijalankan

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena sudah terbukti, dengan (KEMBALI) disiplin dan (KEMBALI) taat pada sistem saja, kinerja penulis langsung membaik menjadi  +10.23% dalam sebulan, dan kinerja YTD kembali kinclong sehingga penulis kembali masuk ke Premier League dan finish di posisi 9 klasemen YTD 😀

Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, yang sudah “naik kelas” menjadi seorang “full time trader”, yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick. 

Okey, sampai ketemu awal Juni 2018, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan Mei ini.

Salam CUANtastic!

Leave a Reply