[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity MAR 2018 : 9.82% vs IHSG -2.64%

Hello Traders,

Bulan Maret 2018 ini kinerja penulis under performed terhadap kinerja IHSG. Sampai tanggal 16-Maret, kinerja penulis sudah -6% dibanding IHSG -4.5%. Namun, saat penulis menerapkan sistem BOW (Buy on Weakness) pada beberapa saham bluechips yang sudah tertekan cukup dalam (-20% dalam 1 bulan terakhir), keadaan malah menjadi “blunder” dan mengakibatkan kinerja trading penulis bulan Maret 2018 terkena drawdown yang dalam yaitu -19.2% dibanding IHSG -6.2%. Disamping itu ada faktor kedua yang penulis kurang aware, yaitu mengenai Risk per Month (Ikhlas Rugi dalam sebulan) yang sebesar 10% dari modal awal bulan, padahal posisi equity penulis awal bulan masih sempat floating profit yang lumayan.

Penulis menutup kinerja trading bulan Maret ini “under performed” yaitu sebesar -19.2% dibanding dengan kinerja bulanan IHSG -6.2% . Sebenarnya, jika penulis setia pada sistem trading Trend follower dan TIDAK mengeksekusi BOW (Buy on Weakness), maka drawdown yang dialami penulis tidak akan sedalam saat ini, yaitu -10% lose, namun YTD masih +29.52%. Trend Follower system terbukti cukup efektif dalam mengantisipasi kondisi market yang kurang baik, seperti di bulan Maret 2018 ini. Namun apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, resiko terburuk sudah dihitung, dan BOW sudah dieksekusi meski berakhir buruk. Penulis tetap membuat laporan pertanggung jawaban, karena apa pun hasil trading dalam sebulan, baik maupun buruk, penulis harus tetap mempertanggung jawabkannya, sebagai bahan evaluasi dan bahan pembelajaran penulis sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari kita kupas bersama kinerja equity sepanjang bulan Maret 2018 ini.

Berikut portfolio dan kinerja ekuitas penulis per 29-Mar-2018 :

Perbandingan Kinerja Penulis Vs IHSG bulan Maret 2018

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi) atau website/mentor berbayar?”

Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk Top 20 Reksadana saham dengan kinerja terbaik dan Top 3 Manajer Investasi (MI) Terbaik selama bulan Maret 2018:

Performa Top 20 Manajer Investasi (MI) Reksadana Saham (RDS) bulan Maret 2018
Performance Top 3 Manajer Investasi Terbaik di bulan Maret 2018
Kinerja My Equity YTD vs IHSG s/d bulan Maret 2018
Kinerja My Equity Monthly vs IHSG bulan Maret 2018

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 29-Mar-2018 (+9.82%) masih masuk 10 besar dalam rangking kinerja 20 besar Fund Manager Reksadana Saham terbaik. Fund Manager yang menduduki peringkat pertama adalah  Simas Syariah Unggulan  (+18.99%).

Berikut kinerja rekan2 sesama trader dari padepokan TC (Trading Class) :

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League bulan Maret 2018
Klasemen/Raport Trading Class (TC) League Year To Date (YTD) s/d bulan Maret 2018

Pada bulan Maret ini, penulis akhirnya finish di posisi 87 Monthly dari 91 orang yang kumpul raport. Sedangkan untuk klasemen Year To Date, penulis keluar dari “Premier League” dan menduduki peringkat 28 dari 91 orang yang kumpul raport. Puji Tuhan 🙂

Ada 3 (tiga) pelajaran berharga yang penulis dapatkan dari pengalaman drawdown -19.2% di bulan Maret ini :

  1. Strategi Risk Per Month (Ikhlas Rugi dalam sebulan) harus diganti dengan metode yang lebih konservatif, yaitu perhitungannya dari NAV tertinggi, bukan dari modal awal.
  2. Disiplin menjalankan strategi RPM ini. Artinya jika posisi NAV sudah kena limit batas bawah yang diijinkan (misal 10%*NAV tertinggi), maka artinya sudah harus STOP BUY untuk bulan tersebut.
  3. Strategi Risk Per Trade (Ikhlas Rugi dalam setiap transaksi) harus benar-benar dihitung setiap kali akan entry buy.

Ada 7 (tujuh) kunci penting dalam hal trading di TC :

  1. Disiplin menggunakan Money Management (pakai RPT/Risk per Trade atau Bagi Porsi)
  2. Risk Per Month (RPM) yang sanggup diterima
  3. Average Up atau Tidak Average Up
  4. Rajin input Trading Jurnal
  5. Jenis Trailing Stop yang dipilih
  6. Jenis Account (Margin, Reguler, Syariah)
  7. Sistem Trading yang dijalankan

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena sudah terbukti, dengan (TIDAK) disiplin dan (TIDAK) taat pada sistem saja, penulis langsung kena hukuman, kena drawdown -19.2% dalam sebulan, dan floating profit langsung berubah menjadi floating lose.

Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, yang sudah “naik kelas” menjadi seorang “full time trader”, yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick. 

Okey, sampai ketemu awal Mei 2018, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan April ini.

Salam CUANtastic!

5 thoughts on “[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity MAR 2018 : 9.82% vs IHSG -2.64%”

    1. Hallo, cara hitung NAV YTD :
      1. Hitung Jumlah Unit Penyertaaan (UP) = Modal(Equity):IHSG akhir tahun, misal tgl 29-Des-2017 (misal modal 10jt:6356=1573.31)
      2. My NAV Awal=IHSG akhir tahun (yaitu:6356).
      3. My NAV YTD(%) = {(Modal:UP):My NAV Awal*100}. Misal posisi tgl 16-Jan, equity jd 10.5jt, maka hitungannya mjd : {(10.5jt:1573.31):6356*100} = 1.05%
      Semoga cukup jelas.

  1. Terima Kasih Pak Antonius, telah menjawab pertanyaan saya.
    Mau tanya lagi
    dari mana dapat nilai IHSG % YTD Maret = -2.64 ?
    saya kok dapatnya % -3.74 ( pakai ihsg akhir maret 6118)

    1. IHSG YTD nilai acuannya dihitung dari closing IHSG tgl 29-Des-2017.
      IHSG 29-12-17 = 6356
      IHSG 29-03-18 = 6188
      YTD = (6188-6356)/6356*100% = -2.64%

  2. Pingback: [TRADING SAHAM] Kinerja My Equity APR 2018 : +21.05% vs IHSG -5.68% | Santoso Antonius' blog

Leave a Reply