[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity NOV 2017 : 60.63% vs IHSG 12.39%

Hello Traders,

Bulan November 2017 ini menjadi salah satu bulan yang akan dikenang penulis dalam dunia bisnis “trading”. Setelah kinerja penulis selama 3 bulan berturut-turut (Agustus-September-October 2017) yang “ciamik” berhasil mengalahkan kinerja bulanan IHSG , maka di awal bulan November, Mr. Market akhirnya memberikan pelajaran, sebut saja “nRimo disaster”.  Bagaimana dan apa itu “nRimo disaster” telah dijelaskan dengan gamblang sekali oleh mentor saya, ko Hadi Jie, di blog pribadinya. Klik disini.

Singkat cerita, bulan November baru berjalan 6 (enam) hari bursa yaitu tanggal 08-November 2017, berikut penampakan portfolio penulis setelah kejadian “nRimo disaster”  08-11-17 :

Kinerja My Equity, after nRimo Disaster, 08-11-17

Berikut kinerja YTD penulis setelah kejadian “nRimo disaster” 08-11-17 :

Kinerja My Equity YTD vs IHSG after nRimo disaster, 08-11-17

Yes, equity penulis setelah kejadian “nRimo disaster” 08-11-17 memang terkena guncangan/turbulance sebesar -3.77%, namun kinerja YTD penulis masih kokoh mengungguli IHSG yaitu sebesar +63.82%.  Hal ini membuktikan bahwa kinerja portfolio seorang trendfollower trader masih belum dapat dihentikan (baca : The unstoppable Trendfollower style) bahkan dengan cara2 “brutal” seperti RIMO di atas tadi!

Singkat cerita, akhirnya penulis menutup kinerja trading bulan November ini “under performed” yaitu sebesar -5.64% dibanding dengan kinerja bulanan IHSG -0.90% dan beberapa Manajer Investasi (MI) serta mentor berbayar. Namun, secara YTD kinerja penulis masih jauhhh mengungguli kinerja YTD IHSG, fund manager besar dan mentor berbayar, yaitu +60.63%.  Untuk lebih jelasnya, mari kita kupas bersama kinerja equity sepanjang bulan November 2017 dan YTD (Year to date) 2017.

Berikut portfolio dan kinerja ekuitas penulis per 30-Nov-2017 :

NOV 2017 : Stock Portfolio&My Equity Performance Table

Bulan November ini, kinerja equity penulis akhirnya underperformed terhadap performa IHSG. Namun, secara YTD (Year-to-date) kinerja penulis masih jauh di atas performa IHSG, yaitu penulis 60.63% vs IHSG 12.39%.

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi) atau website/mentor berbayar?”

Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk top 18 Reksadana saham dengan kinerja terbaik selama 11 bulan terakhir:

Performance Top 18 MI RD Saham_November 2017 (YTD)

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 30-Nov-2017 (60.63%) masih lebih tinggi dengan MI (Manajer Investasi) sekelas Syailendra Dana Ekuitas Sejahtera  (24.59%) yang AUM-nya saja mencapai 2.09 Trilyun Rupiah! Sebagai perbandingan kinerja MI Syailendra bulan November 2017 +0.73% Vs kinerja penulis -5.64% 🙁

Kemudian untuk perbandingan kinerja penulis dengan website/mentor berbayar misal Galeri Saham (GS PRO) yang biasanya memungut fee langganan bulanan/tahunan untuk membernya, penulis secara konsisten berhasil mengalahkan kinerja GS PRO sebesar 2x lebih, yaitu penulis (+60.63%) vs GS PRO (+27.91%).  Berikut link data kinerja GS-PRO bulan November 2017. Klik disini.

Berikut snapshot dari website GS (Galeri Saham) untuk kinerja November 2017 :

Kinerja GS PRO bulan November 2017 (YTD)

Berikut grafik kinerja equity penulis di bulan November 2017 vs IHSG :

My Equity vs IHSG Nov 2017 (YTD)

Berikut kinerja rekan2 sesama trader dari padepokan TC (Trading Class) :

Raport TC Member Nov 2017 (Monthly)
Raport TC Member Nov 2017 (YTD)

Pada bulan November ini, penulis akhirnya “terlempar” ke peringkat 31 Monthly akibat kejadian “nRimo disaster”, seiring dengan persaingan di Liga TC yang makin ketat&keras! Beruntung, untuk klasemen Year To Date, penulis masih masuk klasemen “Liga Serie A” untuk peringkat Year To Date (peringkat 9 YTD). Thanks God….:-)

Ada 4 (empat) kunci penting dalam hal trading di TC :

  1. Gatal tangan atau tidak
  2. Disiplin menggunakan Money Management (pakai RPT/Risk per Trade atau Bagi Porsi)
  3. Average Up atau Tidak Average Up
  4. Rajin input Trading Jurnal

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena mungkin saja dan sudah terbukti, penulis pernah degradasi ke “Serie B”, dalam kompetisi Liga TC (Trading Class) yang super ketat ini. Hehehe…

Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, yang sudah “naik kelas” menjadi seorang “full time trader”, yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick. 

Okey, sampai ketemu awal Januari 2018, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan Desember ini.

Salam Profit Konsisten!

2 thoughts on “[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity NOV 2017 : 60.63% vs IHSG 12.39%”

  1. Pa anton, jadi 50 peserta kelas tapak naga itu ga milih stock pick yg sama ya? Kirain kesemuanya 1 komando sm pak jie dikasi SP apa, kapan in and out nya selama 3 bulan kelas.

Leave a Reply