[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity OCT 2019 : +128.92% vs IHSG +0.96%

Hello Traders, Semangat Pagi!

Bulan Oktober 2019 lalu, market dibuka dengan penurunan di awal bulan, dan ditutup dengan kenaikan di akhir bulan. Market masih bergerak dalam range sempit. Sentimen kesepakatan tarif dagang US Vs China, potensi penurunan suku bunga The Fed, masih mampu membuat market ditutup dengan kenaikan di level 6228 (+0,96% dibanding posisi di akhir bulan September lalu).

Bulan Oktober ini kinerja penulis akhirnya bisa kembali out performed terhadap kinerja IHSG. Penulis kembali menerapkan strategi trading defensive di bulan Oktober ini, dengan menyempatkan untuk screening mandiri (sehingga komposisi portfolio penulis berbeda dengan member TC/Trading Class), menurunkan RPT menjadi 0.35% x equity/modal, dan menggunakan TS THANOS (TS yang lebih ketat dari KN/Kaki Naga). Kombinasi ketiga strategi tersebut, akhirnya mampu mendongkrak kinerja bulanan penulis finish di atas kinerja IHSG.

Kinerja penulis di akhir bulan Oktober ini ditutup sebesar +2,97% dibanding kinerja Market (IHSG) yang +0,96, maupun kinerja TN (Tapak Naga) yang +1,25.

Berikut portfolio dan kinerja ekuitas penulis per 31-Oktober-2019 :

My Equity Performance Table, IHSG, Tapak Naga, Bulan OCT 2019

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi)?” Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk Top 20 Reksadana saham dengan kinerja terbaik dan Top 3 Manajer Investasi (MI) Terbaik selama bulan Oktober 2019:

Performa Top 18 Manajer Investasi (MI) Reksadana Saham (RDS) bulan Oktober 2019
Performance Top 3 Manajer Investasi Terbaik di bulan Oktober 2019

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 31-Oktober-2019 (+128.92%) sudah dapat mengungguli kinerja 18 besar Fund Manager Reksadana Saham terbaik. Kinerja penulis berada di atas Fund Manager yang menduduki peringkat pertama yaitu BNI-AM Dana Saham Syariah (+20.34%).

Berikut adalah Chart/Grafik IHSG sepanjang bulan Oktober 2019 :

Chart/Grafik IHSG sepanjang bulan Oktober 2019

Secara umum, IHSG masih berada dalam posisi sideways sepanjang bulan Oktober 2019 ini.

Dan berikut, salah satu dari emiten yang jackpot, yang masih penulis hold s/d 31-Oktober-2019 :

Salah satu emiten jackpot penulis, $INPS

Dan berikut, chart/grafik kinerja penulis bulan Oktober 2019 :

 

Chart/Grafik IHSG sepanjang bulan Oktober 2019
Kinerja My Equity YTD vs IHSG s/d bulan Oktober 2019

Puji Tuhan, kinerja ekuitas penulis monthly dan YTD per 31-Oktober-2019 berhasil finish di posisi (+128.92%), dimana sudah di atas target tahunan penulis, yaitu dapat mengungguli kinerja Mr.Market (IHSG) dan Top 18 Fund Manager Reksadana Saham terbaik di Indonesia. “Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level website/mentor berbayar?” Perbandingan kinerja penulis dengan website/mentor berbayar misal TAPAK NAGA. Berikut kinerja TAPAK NAGA bulan Oktober 2019 (+14.15%) Vs Kinerja Penulis (+128.92%). Berikut link untuk mengetahui kinerja TAPAK NAGA secara bulanan maupun YTD 2019, klik disini.

Kinerja Sistem TAPAK NAGA secara monthly dan YTD bln Oktober 2019

Apa saja saham yang berkontribusi positif maupun negatif bagi portfolio penulis?

Portfolio in Hand dan DONE TRADE Penulis per tanggal 31-OCT-2019

Tabel di atas menunjukkan prosentase floating profit maupun lose dari emiten-emiten yang penulis miliki sampai tanggal 31-Oktober-2019. Dengan sistem trading Trend Follower, emiten-emiten yang berada dalam “trend terkuat” selalu berhasil penulis miliki. Ditambah dengan money management yang baik, membuat posisi yang penulis miliki di suatu emiten tidak sampai “nyangkut dalam”, melainkan resiko sudah dikalkulasi terlebih dahulu sebelum entry buy, sehingga kalaupun terpaksa “nyangkut”, maka posisi penulis adalah “nyangkut yang terukur”, wkwkwk….. Dan sudah terbukti, hanya sistem trading Trend Follower sajalah yang mampu secara konsisten mampu mengalahkan kinerja Mr.Market (IHSG) dan fund manager reksadana maupun mentor berbayar lainnya. Kalau saya ditanya, apa yang membedakan antara kinerja penulis dengan TAPAK NAGA ? Paling tidak ada 6 (enam) hal yang menjadi kuncinya :

  1. Screening Mandiri : Penulis menyempatkan untuk screening mandiri, dan sebisa mungkin Buy_Non_Tabel_Incaran_TN,
  2. RPT (Ikhlas Rugi dalam 1x transaksi) : Penulis menggunakan 0.35% x Equity (sama dengan TN),
  3. Average Up/Tidak : Penulis bisa average up 2-3x Vs TN yg average up 1x,
  4. Entry : Penulis memilih untuk saat breakout (sama dengan TN),
  5. Exit/TS : Penulis bisa exit dengan TS THANOS (saingan KAKI NAGA) Vs TN dengan TS Kaki Naga (KN).

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena sudah terbukti, dengan disiplin dan taat pada sistem saja, kinerja penulis bisa jauhhh lebih unggul dibanding Mr.Market (IHSG). Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, yang sudah “naik kelas” menjadi seorang “full time trader”, yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick.

Okey, sampai ketemu awal Desember 2019, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan November ini.

Salam CUANtastic!

Leave a Reply