[REPOST] MONEY MANAGEMENT (Part-1)

Hello Traders,

Salah satu skill yang harus dimiliki oleh seorang trader dan atau investor adalah MONEY MANAGEMENT. Karena Trading itu sendiri pada dasarnya adalah BISNIS, dan kalau sudah menyangkut UANG, maka seperti layaknya mengelola keuangan sebuah perusahaan, maka mengelola keuangan/portofolio seorang trader adalah WAJIB hukumnya.

Mentor saya selalu berpesan : Jika mau AWET dan SURVIVE dalam sebuah BISNIS, termasuk TRADING sekalipun, maka yang wajib hukumnya untuk menerapkan yang namanya MONEY MANAGEMENT”.

Pertanyaan yang sering saya tanyakan dan dengar seputar MONEY MANAGEMENT :

  1. Mengapa seorang trader/investor perlu menguasai dan menggunakan MONEY MANAGEMENT ?
  2. Bagaimana cara menerapkan MONEY MANAGEMENT ini dalam kegiatan trading/investasi ?

Dan, berdasarkan pengalaman berkecimpung selama 5 tahun terakhir di bursa saham Indonesia, paling tidak inilah jawaban yang akan saya berikan :

  1. Seorang trader/investor pasti memiliki GOAL untuk pertumbuhan equity/modal, dengan cara memperoleh keuntungan, dan membatasi kerugian.
  2. Nah, karena tujuan untuk menumbuhkan equity/modal seperti point no.1 di atas, maka seorang trader/investor WAJIB HUKUMNYA untuk melindungi MODAL/EQUITY nya. masih ingat prinsip investasi Opa Warren Buffet? : “Never lose money!” (Jangan pernah kehilangan MODAL). So, masuk akal bukan?!
  3. Sekarang, bagaimana caranya kita melindungi MODAL/EQUITY dan menerapkan MONEY MANAGEMENT dalam kegiatan trading/investasi ?

Secara prinsip, setidaknya ada 2 cara yang cukup AMPUH MONEY MANAGEMENT, yang telah saya terapkan selama 2 tahun mengikuti TC (Trading Class) :

  1. Menetapkan Batas Maksimal Nilai Uang yang kita Ikhlaskan dalam 1 (satu) bulan TRADING. Kita sebut saja sebagai RPM (Risk Per Month). Berapa nilainya? Berdasarkan DATA, seorang trader disarankan untuk max.lose dalam satu bulan sebesar 6-10%? Mengapa? Karena jika sampai terjadi lose, misal 6%, maka diperlukan profit sebesar +6.38% untuk bisa balik modal (BEP/Break Even Point). Sedangkan, misal lose sampai 10%, maka perlu profit +11.11% agar bisa balik modal. Yang mana rasio dari lose:profit, masih sekitar 1:1, which is still make sense/achieveable. Namun, jika kita “nekat” sampai lose lebih dari 10% x modal dalam sebulan, maka akan sangat berat untuk bisa balik modal! Tabel di bawah ini menggambarkan Jumlah lose, jumlah modal tersisa, dan profit yang diperlukan agar bisa balik modal :

    Tabel 1. Jumlah Modal, Sisa Modal, Profit untuk BEP (dalam %)
  2. Menetapkan Batas Maksimal Nilai Uang yang kita Ikhlaskan dalam 1 (satu) kali TRANSAKSI. Kita sebut saja sebagai RPT (Risk Per Trade). Berapa nilainya? Secara prinsip, tidak ada patokan berapa nilainya, karena tergantung batas/level keikhlasan kita. Tapi secara praktis, biasanya saya tetapkan nilai RPT sebesar 0.5% x Modal (Equity).

Nah, bagaimana aplikasi RPM dan RPT ini dalam kegiatan Trading/Investasi : Langsung saja kita praktekkan ya : Misal Modal/Equity TRADING kita = 100 JUTA RUPIAH. Maka Nilai :

  1. Max. Ikhlas Rugi dalam Sebulan (RPM) = 10% x 100 juta = 10 juta. Sisa Modal jika RPM kena adalah 90 Juta. Jika sampai hal ini terjadi, maka seorang trader HARUS STOP TRADING BUY (kena hukuman) sampai akhir bulan, namun posisi yang sudah dimiliki tetap dipasang Stop Lose/Trailing Stop.
  2. Max. Ikhlas Rugi dalam Satu kali transaksi (RPT) = 0.5% x 100 juta = 500 ribu. Nilai RPT ini pada akhirnya akan digunakan untuk menghitung nilai maksimal jumlah LOT saham yang BOLEH dibeli.
  3. Berikut aplikasi RPT dalam kegiatan Trading sehari-hari : Misal, kita ingin membeli saham SIDO di harga 1000, dan sudah menetapkan harga Stop Lose /proteksi yaitu 900. Dengan nilai ikhlas rugi/RPT  yang sudah dihitung pada point no.2, yaitu sebesar 500 ribu, maka jumlah max LOT yang boleh dibeli adalah : RPT : (Harga Beli-Harga SL) : 100 lembar = 500.000 : (1000-900) : 100 = 50 LOT.
  4. Nilai RPM dan RPT ini dapat kita formulasikan dalam bentuk file excel sederhana misal pada Tabel 2 di bawah, sehingga kita dapat mendokumentasikan semua transaksi yang dilakukan sehari-hari, dan mempertanggungjawabkan kinerja Trading kita selama sebulan, maupun kinerja YTD (Year to Date). Seperti yang sudah rutin lakukan setiap bulannya, lihat di sini.

    Tabel 2. Aplikasi Money Management, yaitu perhitungan RPM, RPT, dan Max. LOT BUY

Demikian aplikasi MONEY MANAGEMENT dalam kegiatan trading sehari-hari.

Salam CUANtastic!

Leave a Reply